Mar 27, 2014

Persiapan Pemilu 2014

Tersebab membaca status Puti Ceniza Akbar yang menyebutkan tentang (pentingnya) memberikan suara di pemilihan umum (pemilu) nanti, karenanya tulisan ini dibuat. 

Mohon dicatat, bahwa SARAN di tulisan ini adalah opini saya pribadi, yang tidak menutup kemungkinan bahwa ada cara/pendapat yang lebih baik. Jutsru harapannya akan ada yang bisa memberi informasi yang terbaik. Mohon masukannya.

Soal kenapa memberikan suara di pemilu nanti itu penting, sudahlah, tidak perlu dibahas di sini. Menjawab pertanyaan "tapi kalau yang kita pilih ternyata nantinya gak bener, gimana? Kan tanggung jawab! Mending nggak usah milih sekalian" - jelas, logika argumentasinya tidak tepat. Karena kita tidak mau pilih wakil rakyat yang salah, ya makanya harus cari informasi yang benar sebelum memilih. Dan itu yang akan dibahas di tulisan ini.

Kita fokus ke pemilu yang terdekat dulu ya.
(9 April 2014 - pemilu legisatif)

..

PENENTUAN HASIL PEMILU

Di tanggal 9 April 2014 nanti, setiap pemilih di Indonesia akan menerima empat jenis surat suara yang berbeda; surat suara DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Masing-masing surat suara akan berisikan daftar partai, yang masing-masing memiliki daftar nama-nama calon wakil rakyat.

Bagaimana proses penentuan siapa (dari partai apa) terpilih?
Sederhananya seperti ini.

Komisi Pemilihan Umum akan menentukan suatu bilangan yang disebut Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) untuk setiap daerah pemilihan (dapil). Nilai BPP ditentukan dengan membagi jumlah suara sah yang diterima dalam sebuah dapil dengan jumlah kursi yang tersedia di dapil tersebut. BPP ini lah yang akan menentukan berapa kursi yang akan diperoleh partai politik di sebuah dapil.

Contoh: jika BPP untuk dapil X adalah 100, maka partai politik akan mendapatkan satu kursi di dapil X untuk setiap 100 jumlah suara yang diperoleh (berlaku kelipatannya). Jadi misal partai politik A menerima 500 suara, artinya partai tersebut akan mendapatkan 5 kursi.

*udah kaya diskon ye berlaku kelipatan?! 
Bercanda btw, biar gak tegang-tegang amat bacanya. 

Terus gimana dong kalau ada kursi di dapil yang belum terisi sementara tidak ada partai politik yang perolehan suaranya memenuhi BPP?
Misal:
jumlah kursi tersedia = 5, BPP = 10,
perolehan suara partai A = 24, B = 16, C = 10.
Maka, partai A akan mendapatkan = 2 kursi, partai B = 1 kursi, partai C = 1 kursi (total ada 4 kursi terisi). Setelah kursi diberikan, masih ada 1 kursi kosong, sementara masing-masing partai punya sisa suara sebesar A = 4, B = 6, C = 0. Karena itu, sisa 1 kursi tadi diberikan ke partai B (yang memiliki sisa suara terbanyak).

Bagaimana kalau (misal) sisa suara partai A dan B sama?
Jika demikian, maka sisa kursi akan diberikan ke partai politik yang persebaran geografis perolehan suaranya lebih luas. Sederhananya, semakin banyak sebuah partai politik mendapatkan suara di dapil yang berbeda, semakin besar kemungkinannya untuk memenangkan "kursi sisa".

Terus bagaimana dengan nama-nama yang tercantum di surat suara tadi?
Nah, setelah jumlah kursi yang didapatkan oleh partai-partai politik ditentukan, kursi tersebut akan diisi oleh nama-nama yang mendapatkan perolehan suara terbanyak di partai politik tersebut.

..

SARAN - BAGAIMANA MEMILIH?

Setelah mengetahui proses penentuan hasil pemilu, saya punya 2 kesimpulan:

1. Pilih partai politik sebelum wakil rakyat
Dari proses penentuan siapa yang akan duduk di kursi pemerintahan, jelas bahwa perhitungan didasarkan (pertama kali) oleh perolehan suara partai politik terbanyak.

2. Setelah tau partai politik mana yang akan kita pilih, kenali masing-masing calon wakil rakyat dari partai politik tersebut
Poin ini tidak perlu dijelaskan lah ya.

..

FAQ
Dijawab berdasarkan pengetahuan dan logika penulis. Bisa jadi subjektif, sehingga mohon dibenarkan jika salah.

Q: Gue tau si X (dari partai A) itu orangnya pintar sementara si Y (dari partai B) itu orangnya jujur, sementara si Z (dari partai C) orangnya entah-entah. Jadi gue harus pilih siapa dong? X atau Y?
A: Bukan maksud mengatakan bahwa memilih berdasarkan kapabilitas calon wakil rakyat itu salah, tapi walaupun kita tau sebagus apa individunya, kalau partainya tidak memenuhi BPP, kan sama juga bohong. Kembali lagi ke saran di atas, penting untuk cek ulang antara partai A, B dan C, mana yang lebih baik. Bisa jadi walaupun si Z orangnya entah-entah, partai C adalah yang terbaik di antara 3 partai tersebut.

Q: Terus gimana dong kalau kita gak tau siapa-siapa dari partai C (misal partai C sudah disimpulkan yang terbaik)?
A: Ya cari tau! Salah satu rekomendasi app (thanks to my dear friend, Amirah Adlia Alkaff) untuk melihat latar belakang masing-masing calon wakil rakyat adalah www.orangbaik.org. Bisa juga gunakan daftar nama yang ada di app tersebut untuk selanjutnya dicari lebih detail melalui Google.

Q: Apa kita bisa mengandalkan app ini (memilih nama yang memiliki poin tertinggi)?
A: Menurut saya pribadi, app ini cukup baik dalam usaha memberikan penilaian yang netral, TAPI selain tidak memberikan faktor yang lengkap dalam perhitungannya, pembobotan penilaiannya pun, menurut saya, tidak jelas dasarnya. Jadi silakan jadikan pertimbangan, tapi jangan jadikan satu-satunya alasan.

Q: Jadi harus cek satu-satu nih nama-namanya?
A: Iya. Cek pakai Google kan bisa. Nggak akan sampai satu jam kok (asal gak kepo-kepo amat).

Apa betul artinya satu jam (proses) dibanding 5 tahun (hasil)? :)
Semoga bermanfaat.

..

Untuk informasi lebih banyak, bisa cek:
- Situs Informasi Kepemiluan Indonesia: www.rumahpemilu.org
- Situs web KPU: www.kpu.go.id